Anak sudah mulai masuk ke usia balita tapi saat berbicara masih seperti bayi, "mau mamam, ma, aku lapel" bisa jadi terdengar lucu. Tapi, jika hal itu keluar dari mulut anak yang semestinya yaitu sudah bisa mengucapkat kalimat yang jelas, tentu tidak akan lucu lagi, mereka mereka seperti ini?
- Bisa jadi penyebabnya adalah
Jika si kecil terkesan berbicaranya manja, jangan jangan anda yang membiasakannya!, mungkin awalnya hanya berniat lucu lucuan saja, dan anda pun mengikuti caranya. tapi lama-lama anak merasa mendapat dukungan sehingga muncullah kebiasaan tersebut. Siapapun orang dewasa di rumah anda yang mengajak berbicara yang dicadel-cadelkan, jelas kurang baik untuk perkembangan bahasa si kecil.
Solusinya anda mulai membuat kesepakatan kepada anggota keluarga untuk tidak mengajak si kecil berbicara dengan 'bahasa bayi' Koreksi ucapan si kecil tanpa menyalahkan. misalnya, ketika si kecil minta 'cucu', maka anda dapat mengoreksinya dengan mengatakan "oh, maksud Raras minum susu?"
Namun, tidak selalu bicara cadel itu karena si kecil meniru orang dewasa di sekitarnya. Bisa saja ia hanya ingin menarik perhatian anda, misalnya karena anda terlalu sibuk dengan adiknya yang masih bayi. Dengan bicara seperti bayi lagi, si kecil berharap anda mau memperhatikannya. Ini dapat menjadi "alarm bagi anda untuk untuk lebing memperhatikan si kecil yang mungkin dilanda perasaan cemburu dengan kehadiran adiknya. Libatkan ia dalam merawat sang adik dengan memintanya melakukan pekerjaan sederhana, seperti membantu anda mengambil haduk atau bedak untuk adiknya, cara ini membuat si kecil merasa Anda perhatikan. Ia juga akan merasa bangga menjadi kakak yang dibutuhkan.
Sumber Artikel :
parenting.co.id
0 comments:
Post a Comment