Sumber : Pixabay & Parenting.co.id


Sebagai bunda yang sibuk bekerja, Mungkin anda pernah merasa bersalah dan mencari cara bagaimana cara menebus kesalahan anda pada anak. Terus Bagaimana caranya?

A. Restoran dan hotel mewah
Jika anda merasa bahwa libur adalah kesempatan yang paling berharga untuk anda dan anak anda, menginap di hotel yang mewah dan makan di restoran berkelas. anda ingin anak anda tahu bahwa hasil dari bekerja, anda bisa mengajak anak anda liburan yang istimewa. Anda pun pasti merasa puas karena membuat anak anda senang. (Kiki Hafid)

sekali-kali boleh sih anda mengajak anak menikmati semua itu. jika berlebihan,nanti anak anda cenderung memiliki sikap hedonistis, cenderung bermewah-mewah. Sikap itu membuat anak mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dalam situasi yang serba terbatas, padahal hidup ini tidak selalu dalam situasi yang menyenangkan jadi anda jangan berlebihan.

Anak anda nanti akan kurang mensyukuri apa yang ada dan kurang menghargai temannya yang biasa-biasa. Maka, ada baiknya mengajak anak liburan di tempat yang tidak terlalu mewah, seperti di pantai atau perkebunan, jadi anak bisa bertemu dengan beragam pengunjung, sehingga dapat memberinya pengalaman berbeda.

B. Sering Berkomunikasi.
Jika anda merasa bahwa saat anda berada di tempat kerja, anda harus berkomunikasi dengan anak anda dengan cara meneleponnya, hal itu bisa mengurangi  rasa bersalah meninggalkannya seharian. (Bunda Permata)

Secara emosional, anak yang sering diajak berkomunikasi oleh orang tuanya pasti anak akan merasa nyaman. Apalagi ketika anak anda sedang mengalami masalah. Namun, Anda  tetap perlu mengatur,  kapan waktu yang tepat untuk melakukannya.

Cobalah berkomunikasi setelah anak melakukan kegiatan, seperti ketika usai bermain atau usai makan. Anda bisa menanyakan apa barang/hadiah yang ia senangi hari itu atau menanyakan makannya habis atau tidak.

Anda pun dapat bercerita tentang pengalaman di perjalanan saat berangkat kerja, misalnya bertemu dengan mobil pemadam kebakaran atau pedagang rambutan.
Sebaiknya,  komunikasi dengan anak dilakukan saat jam istirahat karena memerlukan waktu yang cukup lama. Agar komunikasi berjalan baik, lakukan dengan relaks dan tidak selalu berupa instruksi harus melakukan itu dan ini.

C. Boleh  tidur malam.
Jika anda merasa bahwa anda telat pulang ke rumah karena ada pekerjaan yang harus terselesaikan, anda harus mengizinkan anak anda tidur lebih larut.  Apalagi jika ia kelihatan tidak mengantuk. Dengan begitu anda memiliki waktu lebih untuk menemaninya bermain. pasti anak anda terlihat senang sekali. (Hana Dwiki)

seorang anak pasti senang bisa menghabiskan waktu bersama ibunya. Namun tidur larut, jika dilakukan berulang-ulang akan mengubah ritme biologisnya, ia akan terjaga di siang hingga larut malam, saat seharusnya orang sudah terlelap.

Apalagi kebutuhan tidur anak balita masih cukup besar, antara 10 -1 2 jam sehari. Anak yang sudah sekolah akan sulit bangun pagi.  Di sekolah ia akan mengantuk, sulit konsentrasi dan kerap marah. Dari sisi penegakan disiplin, sikap permisif ini,  membuat Anda  tampak tidak konsisten di mata anak.  Akibatnya Anda akan kesulitan menegakkan aturan lain.
Fisik Anda pun  akan menurun karena harus menemaninya bermain hingga larut. Jadi sebaiknya usahakan anak tidur sesuai jadwalnya. Anda bisa memanfaatkan waktu bersamanya esok pagi sebelum berangkat kerja,  saat Anda dan anak sedang dalam keadaan segar karena tidur cukup!

D. Membelikan hadiah atau mainan
Jika anda merasa bahwa anda sedang lembur dan pulang malam, anda selalu membelikan anak anda mainan. Dengan itu, anda merasa tetap memerhatikannya, meskipun ia tidak minta. anda mencari uang, kan, untuk membuatnya bahagia.” (Hefly Hutomo)

Anak tentu sangat senang jika diberikan hadiah atau mainan. Namun,  jika hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang,  anak tidak akan belajar mengendalikan dirinya akan membuatnya sulit beradaptasi pada situasi tertentu. Ia pun akan sulit memahami kondisi keuangan Anda. Selain itu, anak juga  menjadi kurang menghargai proses dan kerja keras untuk meraih suatu tujuan.
Ini akan memengaruhi semangat juang yang diperlukan oleh siapa saja yang ingin sukses. Sedangkan Anda akan mengalami kesulitan mengelola keuangan, apalagi jika penghasilan pas-pasan.

Mainan atau hadiah sebaikya dibelikan oleh anda sebagai penghargaan jika anak anda berperilaku positif. Misalnya, anak mau membereskan mainannya atau  tidak mengganggu lagi teman di sekolahnya. Pilih  jenis mainan yang  sesuai dengan keuangan Anda, namun bagus untuk anak.  Untuk anak usia prasekolah, Anda bisa membelikan mainan yang merangsang otak, motorik halus dan kasar seperti puzzle.

E. Pulang Tepat Waktu
Jika anda merasa bahwa setiap hari anda selalu berusaha pulang tepat waktu. Teman-teman menjuluki anda si teng-go, pulang sesuai jam kerja. Bagi anda itu adalah pilihan yang harus diambil untuk menebus rasa bersalah sebagai ibu bekerja. Sebab, anda yakin,  kehadiran anda di rumah sangat dinantikan anak anda untuk menemaninya bermain. (Talia Khatulistiwa).

Itu adalah tindakan positif yang menunjukkan komitmen dan kasih sayang anda terhadap anak. Dengan itu, anak akan percaya bahwa ibunya tetap memerhatikan,  meski sibuk bekerja hingga sore.
Ini juga  bagus untuk menanamkan kepercayaan, yang akan membuat anak anda merasa aman. Keputusan Anda untuk pulang tepat waktu menunjukkan bahwa  Anda hebat dalam menyelesaikan pekerjaan dan mengatur waktu.

Namun, pada saat-saat tertentu Anda tentu dituntut untuk bekerja lembur. Jika ini terjadi, sampaikan kepada anak dengan bahasa yang sederhana, dengan mengatakan Maaf, hari ini,  Bunda akan pulang terlambat karena  ada  tambahan pekerjaan. Kamu makan dulu, ya.” Dengan itu anak akan tahu, bahwa Anda harus mengikuti aturan tempat Anda bekerja seperti halnya ia mengikuti aturan di sekolah.

Kenyataannya…
Rasa bersalah pada ibu bekerja muncul karena masih ada anggapan bahwa tugas ayah mencari uang dan ibu mengasuh anak di rumah. Sementara  saat ini, perempuan berpendidikan tinggi semakin banyak, seiring dengan kesempatan kerja yang tersedia.

Para ayah pun tidak keberatan terlibat mengasuh anak. Dengan bekerja, perempuan bisa memanfaatkan keahliannya, memperoleh penghasilan, mandiri, memiliki jaringan luas sekaligus memberi anak pelajaran tentang disiplin bekerja keras dan finansial.

Tentunya untuk bekerja tenang Anda membutuhkan kehadiran -entah  keluarga atau asisten rumah tangga yang terlatih- untuk menemani anak.  Hanya memang  Anda perlu menerima kenyataan,  Anda mungkin tidak bisa menyaksikan langkah atau mendengar kata pertama anak  secara langsung.

Sumber Artikel : www.parenting.co.id
Sumber Foto     : pixabay

0 comments:

Post a Comment

 
Top